Selayang Pandang

Agribisnis berkelanjutan merupakan aktivitas interasi aspek ekonomi, aspek ekologi, dan aspek social yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia untuk peningkatan kemakmuran (aspek ekonomi) dan bermanfaat bagi masyarakat (aspek social) dengan cara pengelolaan sumber daya alam secara berwawasan lingkungan. Selain itu, pasar global adalah tantangan pengembangan agribisnis Indonesia.

Isu strategis meliputi mutu, keamanan pangan, pertanian berwawasan lingkungan dan teknologi informasi-komunikasi merupakan prioritas pengintegrasiannya dalam pengalaman belajar mahasiswa. Memasuki abad ke 21, UNESCO memandang perlu adanya perubahan paradigma pendidikan dari pandangan instrumental ke pandangan pengembangan manusia seutuhnya (all-rounded human beings). Empat pilar pendidikan yang mesti dilaksanakan dalama proses pembelajaran meliputi learning to know, learning to do, learning to be, learning to live together. Pilar-pilar pendidikan UNESCO diuraikan dalam Kepmen RI No : 045/U/2002menjadi elemen-elemen kompetensi landasan kepribadian, penguasaan ilmu dan ketrampilan, kemampuan berkarya, sikap dan perilaku berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai serta pemahaman kaidah kehidupan bermasyarakatsesuai pilihan keahlian dalam berkarya.

Pilar UNESCO dan Kepmendiknas di atas merupakan landasan yang digunakan untuk melaksanakan proses pembelajaran di Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, dengan kompetensi lulusan yang mampu beradaptasi dan menghadapi tantanganglobal sehingga dapat membangun daya saing pertanian Indonesia.